YAYASAN CAHAYA BHAKTI PAGUYUBAN RAHMATULLAH (YCB PGR) adalah lembaga sosial berdasarkan akta notaris : Lasmiati Sadikin, SH. Tanggal 24-12-2013 No. 8 yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor : AHU-577.AH.01A.04.TH 2014, yang berdomisili di Jalan Cimulang Raya no 45, Kp Rancasari, Desa Pasir Gaok, Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.


SAMBUTAN KETUA YAYASAN CAHAYA BHAKTI
PADA PERESMIAN KANTOR SEKRETARIAT PUSAT
JALAN HAJI NAWI NO. 43 PARUNG

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah menganugerahkan nikmat-NYA pada kita sekalian. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan sahabat-sahabatnya. Serta terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak dan yang hadir dalam acara yang diselenggarakan pada hari ini. Segala sesuatu yang ada di dunia ini jelas mempunyai sejarahnya sendiri. Semua selalu dicatat dalam sejarah yang bercorak sendiri-sendiri. Karena sejarah itu merupakan lakon perkembangannya serta seluk-beluknya.

Dengan adanya sejarah ini, maka sangat besar kegunaannya, yaitu untuk menjadikan kenang-kenangan, perawatan dan bahan perbandingan antara dulu, kini dan masa mendatang. Dari kesemuanya ini dapat kita jadikan pelajaran, pendorong buat generasi selanjutnya. Mereka generasi selanjutnya akan mencatat sejarah ini dari mulai, sedang, kini, kemajuan, keburukan, dan lain sebagainya.

Begitu pula Yayasan Cahaya Bhakti yang semenjak berdirinya dengan disyahkan oleh Notaris dan Kantor Pengadilan Negeri Bogor, dengan melaksanakan misinya cukup dikerjakan dari rumah-rumah para pendiri dan anggota-anggota Yayasan. Lalu atas kemurahan hati keluarga Ibu Na’amah, maka Yayasan diijinkan melaksanakan kegiatannya dirumah ini.

Untuk itu semua, hanya Tuhan jualah yang Maha Tahu dan Maha dengan segala kebesaran-NYA. Dengan demikian Yayasan bisa dengan tenang menggodok rencana kerjanya untuk segera dilaksanakan dan mudah-mudahan berguna bagi Nusa, Bangsa dan Agama.

Tiada lain untuk kesejahteraan sesama umat demi kelangsungan hubungan baik antara manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya, dan Alam sekitarnya, selama kita masih dipercaya hidup di Alam dunia ini.

Pada saat-saat berbahagia ini, ijinkanlah kami menguraikan sejarah berdirinya Yayasan Cahaya Bhakti, sebab apa dan kenapa sampai terjadi. Kita semua menyadari bahwa manusia telah dianugrahkan oleh ALLAH akal yang sempurna dari pada makhluk-makhluk lain, akan tetapi terkadang pada suatu saat merasa tidak mampu mengatasi kesulitan yang sedang menimpa dirinya. Walaupun mempunyai kekuatan, keunggulan, kekayaan, kekuasaan dan 1001 kelebihan-kelebihan lainya.

Hal seperti inilah manusia sebagai makhluk sosial memerlukan bantuan yang datang dari luar dirinya, yang utama dari YANG MAHA PENCIPTA. Inilah titik point untuk mencari jalan kebenaran. Kami bersama rekan-rekan berkeyakinan, bahwa dalam kamus kami sangat jauh istilah “TIDAK BISA”.

Kami telah menghubungi beberapa ulama, juga ahli kebathinan dan kepada siapa saja yang kami pandang mempunyai kemampuan lebih. Demikianlah hampir sekeliling pulau jawa ini kami hubungi untuk mencari kebenaran itu.

Maksudnya, apabila ini telah kami dapatkan, maka barulah bisa hidup dengan penuh ketenangan dan ketentraman. Akan tetapi banyak hal-hal yang kami temui hampir dapat menjerumuskan ke alam ke-musyrikan.

Namun dengan kekuatan iman yang ada, hal tersebut dapat tersingkirkan, yang akhirnya kami dapat suatu kesimpulan bahwa semua pendapat-pendapat, ajaran-ajaran, baik lahir maupun bathin hanyalah sekedar mencari nama baik, kedudukan, jabatan, harta benda, kekayaan, kekuasaan, kegagahan, dan lain sebagainya.

Andaikan manusia telah menemui hal tersebut menurut penilaian kami belumlah mendapat
ketenangan, walaupun dikacamata orang lain terlihat sukses. Bagi yang bersangkutan sendiri tidaklah ada kekuatan untuk membuat ketenangan sebagai penjamin, baik selagi hidup maupun setelah berpulang kelak sesuai dengan kepercayaannya.

Untuk gambaran diatas marilah kita renungkan contoh sejarah dibawah ini. Sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab suci, yaitu cara menggunakan AKAL dan KHAYAL.
Satu bukti yang bukan rahasia, para cendikiawan yang telah membuktikan kecanggihan tekhnologinya, hasil pemikiran akalnya, mereka dengan sombong karena didalam jiwanya belum tertanam iman yang kuat, berkata pada pembawa suara kebenaran yang diutus TUHAN antara lain:

  1. “Hai Sakaimuni”, maksudnya kepada Budha Gautama. “Tidakah engkau tahu bahwasanya dengan alat-alat baru yang kami peroleh, kami telah dapat mengetahui rahasia puncak gunung kemegahan yaitu Himalaya, bahkan puncak yang tertinggi sekali yaitu Everest”. Dengan senyum Sakaimuni menjawab: “Lanjutkanlah perjalananmu ke puncak gunung Nirwana tanpa mempunyai tangga kecuali khayalmu. Dari sana akan dapat kamu lihat Rahasia dari yang Ada”.
  2. Dengan penuh kebingungan didatanginya Musa, dan berkata pula: “Hai Musa, alat-alat kami yang baru telah dapat menangkap suara yang bagaimanapun jauhnya”. Lalu Musa menjawab: “Sumber dari segenap suara itu telah ku dengar sewaktu aku berada di puncak Tursina”.
  3. Penasaran dengan ketertinggalannya mereka mendatangi Isa Almasih, dan berkata: “Isa,… tahukah kamu, bahwa alat-alat pengobatan yang terbaru telah kami peroleh untuk mengobati penyakit-penyakit yang berbahaya”. Dengan senyum pula Isa menjawab: “Dengan tanganku karena kekayaan khayalku, telah kusentuh tempat penyakit itu, lalu sembuh”.
  4. Kepada Muhammad SAW, Nabi akhir jaman mereka berkata pula: “Hai Muhammad,… ilmu penerbangan telah maju, dan perhubungan jarak satu tempat dengan tempat lainnya sekarang ini telah dapat dilalui dengan waktu yang singkat sekali”. Dengan senyum Muhammad SAW menjawab: “Aku telah melewati Alam Cakrawala melalui bintang-bintang ……………sampai langit tingkat ketujuh dan Sidratul Muntaha dalam beberapa saat saja”.

Lalu dengan serempak Sakaimuni, Musa, Isa Almasih, dan Muhammad SAW, mengembalikan pertanyaan pada mereka si hamba akal itu: “Sudahkah tuan-tuan mendapat alat baru untuk menghubungkan tuan-tuan secara langsung dengan Sumber Tenaga dari Segala yang ada?”.
Kalau mereka diam, kita jangan benci, karena diamnya merupakan suatu pengakuan yang nyata atas; “Mesti adanya Khayal menuntun Akal”.
Itulah bukti kebenaran yang tersembunyi pada diri kita masing-masing. Lalu kita bertanya:
“Jadi siapakah yang menguasai kebenaran itu?”

  • “Itulah yang sebenarnya Ada”, kata Budha Gautama.
  • “Itulah dia TAO”, kata Lao Tze.
  • “Itulah dia Bapak yang ada di Syurga”, kata Yesus Kristus.
  • “Laillaha Ilallahu ALLAHU AKBAR”, kata Muhammad SAW.”

Kita sebagai umat beragama wajib yakin, bahwa di atas masih ada yang mengawasi kita yakni TUHAN YANG MAHA ESA, untuk itu wajib pula kita beriman dan meningkatkan taqwanya hanya kepada-NYA.
Maka dengan Akte Notaris nomor 8 tanggal 12 Mei 1986 dan telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Bogor nomor 108 DH/51.HT/01.10.86 tanggal 17 Mei 1986, berdirilah dengan resmi Yayasan Cahaya Bhakti disingkat YCB yang berazaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan Garis Besar Haluan Negara Republik Indonesia.
Kami menyadari, bahwa Yayasan Cahaya Bhakti ini merupakan salah satu Yayasan yang baru lahir, akan tetapi kami telah melihat dengan jelas, masih sangat banyak yang harus kita perbuat untuk mengisi pembangunan negara kita, Republik Indonesia tercinta ini.

Yayasan Cahaya Bhakti dalam memulai misinya telah dan akan melakukan penelitian-penelitian masalah dalam masyarakat, lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kemudian menyebarkan lagi kepada masyarakat melalui pendidikan, konsultasi, penerangan-penerangan yang sesuai dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, dalam rangka mencerdaskan dan meningkatkan harkat dan martabat masyarakat selaras dengan pembangunan nasional baik material maupun spiritual dalam menuju tercapainya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh ALLAH SWT. Jadi untuk mencapai sasaran ini Yayasan tetap berusaha:

  • Melakukan penelitian-penelitian, baik penelitian kepustakaan maupun dalam masalah yang timbul dalam masyarakat, lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat agar mengenal, mengerti untuk mencintai, menghayati, mengamalkan dan melestarikannya.
  • Memberikan nasehat-nasehat maupun konsultasi baik secara lisan maupun tulisan kepada perorangan dan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.
  • Mengadakan pendidikan formal dengan mendirikan dan mengusahakan sekolah-sekolah,
    tempat-tempat ibadah serta yatim piatu.
  • Melakukan kursus-kursus dan seminar-seminar.
  • Mendirikan unit-unit usaha yang dapat menunjang kegiatan, kelancaran demi kelangsungan hidup yayasan.

Dalam uraian ini sangat perlu kami jelaskan bahwa salah satu tujuan Yayasan Cahaya Bhakti disebutkan dalam rangka mencerdaskan dan meningkatkan keimanan anggota masyarakat. Hal ini bukan berarti Yayasan akan memaksa salah satu agama/keyakinan kepada masyarakat, tetapi kami ingin mengajak masyarakat untuk memperteguhkan iman dan taqwa kepada TUHAN YANG MAHA ESA sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Yang beragama Islam sesuai dengan agama Islam, yang beragama kristen sesuai ajarannya, yang beragama Hindu dan Budha juga demikian sesuai dengan ajaranya. Karena kita sebagai warga negara Indonesia yang berfalsafah Pancasila, wajib beragama dan tidak ada tempat bagi orang-orang yang anti agama atau anti TUHAN YANG MAHA ESA.

Demikianlah uraian tentang berdirinya Yayasan Cahaya Bhakti ini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung dan membantu sampai berdirinya Yayasan Cahaya Bhakti ini. Tidak lupa mohon maaf yang sebesar-besarnya pada semua pihak jikalau ada kekurangan dalam arti luas yang ada sangkut-paut langsung ataupun tidak dengan Yayasan maupun pribadi-pribadi para pendiri.

Karena sebagai manusia biasa kami menyadari akan kekurangan dan keteledoran itu. Hanya himbauan kami, walau bagaimanapun bentuknya rencana kami tidak mungkin berjalan sebagaimana yang diharapkan dan berhasil sebagaimana cita-cita, apalagi kalau ditilik dari modal yang tersedia jauh dari pada cukup untuk mencapai sasarannya, kalau tidak ada dukungan semua pihak baik pemerintah maupun swasta serta Ridho ALLAH. Karena itu kami berkeyakinan dengan modal kemauan dan tulus ikhlas Yayasan Cahaya Bhakti ini akan berhasil dengan baik hingga bisa mencapai sasaran dan tujuannya.

Akhirul kata, semoga ALLAH, TUHAN YANG MAHA ESA selalu memberikan Taufiq dan Hidayahnya pada kita sekalian. Amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bogor, 20 Desember 1986
YAYASAN CAHAYA BHAKTI
KETUA,

Ttd
(RIDUAN TJAJA)