
Berqurban di Hari Raya Idul Adha
Sebagai tolok ukur lebih cintanya kita kepada ALLAH Yang Maha Besar dibandingkan sesuatu ciptaan-Nya
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia, sebagai seorang yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH Yang Maha Besar, tentunya ingin lebih dekat lagi kepada-Nya, selanjutnya berharap untuk bisa mendapatkan cinta-Nya.
Untuk membuktikan bahwa kita cinta kepada ALLAH Yang Maha Besar, maka kita akan diuji terlebih dahulu dengan beberapa ujian, sebagai tanda bahwa kita lebih mencintai ALLAH Yang Maha Besar daripada sesuatu ciptaan-Nya. Salah satu ujian adalah berqurban di hari raya Idul Adha. Maksud dan tujuan berqurban di hari raya Idul Adha kira-kira adalah: “Sebagai tolok ukur pada diri kita, apakah kita lebih cinta kepada ALLAH Yang Maha Besar atau lebih cinta kepada sesuatu ciptaan-Nya”.
Apabila kita lebih mencintai ALLAH Yang Maha Besar, maka kita melaksanakan Qurban tersebut karena ALLAH, dengan mengharapkan ridho-Nya semata.
Ketentuan Pelaksanaan Qurban
Bagi sahabat-sahabat muslimin/muslimat yang mau seirama dengan kami dalam melaksanakan Qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, dapat menyalurkannya melalui Panitia Qurban Ponpes At-Taubah, Yayasan Cahaya Bhakti Paguyuban Rahmatullah, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Bagi yang mampu:
- Berqurban senilai 1 ekor kambing untuk 1 orang, dengan harga minimal Rp. 3.500.000,- per ekor.
Berqurban senilai 1 ekor sapi untuk 7 orang, dengan harga minimal Rp. 21.000.000,- per ekor.

2. Bagi yang belum mampu:
Bagi sahabat-sahabat muslimin/muslimat yang belum mampu berqurban senilai 1 ekor kambing untuk 1 orang atau senilai 1 ekor sapi untuk 7 orang, Ponpes At-Taubah mengambil kebijaksanaan sebagai berikut:
Dapat dilakukan dengan mengambil paket batas kemampuan dengan senilai Rp. 500.000,- atau dapat di bawah ataupun di atasnya dari nilai tersebut, yang disesuaikan dengan kemampuannya saat itu untuk tetap ingin berqurban.
Hal ini kita lakukan dengan pertimbangan apabila dari Idul Adha sampai dengan bertemu Idul Adha lagi dan seterusnya, ternyata belum adanya rezeki untuk dapat berqurban senilai 1 ekor kambing atau 1 ekor sapi, tetapi kita telah tunjukkan kepada ALLAH tetap untuk ingin berqurban walaupun dilaksanakannya baru sebatas kemampuan. Anggap saja sebagai bentuk melatih diri kita untuk berqurban. Namun demikian bila itu dinilai oleh ALLAH bukanlah sebagai qurban, paling tidaknya kita telah memberi daging dari hewan qurban kepada Anak-Anak Yatim/Piatu, Kaum Dhuafa, dan Fisabilillah.
Penyaluran Daging Qurban
Selanjutnya Panitia Qurban Ponpes At-Taubah akan mengatur untuk membeli hewan Qurban (baik kambing ataupun sapi) senilai dana yang telah terkumpul tersebut, dan daging Qurban akan dibagikan kepada yang berhak menerimanya, diantaranya Anak-Anak Yatim / Piatu asuhan Ponpes At-Taubah, Kaum Dhuafa, Fisabilillah, yang sampai saat ini berjumlah:
- Anak-Anak Yatim / Piatu : $\pm$ 120 Anak
- Kaum Dhuafa : $\pm$ 50 Orang
- Fisabilillah : $\pm$ 50 Orang
Untuk sahabat-sahabat ketahui, bahwa Qurban yang sesungguhnya adalah yang dialami Nabi Ibrahim AS. Sebagaimana Firman ALLAH dalam QS: Ash Shafaat ayat 100-109, untuk membuktikan cintanya Nabi Ibrahim AS kepada ALLAH Yang Maha Besar (sebagai tolok ukur lebih cinta mana antara putra yang sangat disayanginya yaitu Ismail atau lebih cinta kepada ALLAH Yang Maha Besar.
Ternyata Nabi Ibrahim AS lebih cinta kepada ALLAH Yang Maha Besar dan melaksanakan perintah-NYA untuk menyembelih putranya, yaitu Ismail. Karena melihat cintanya Nabi Ibrahim AS kepada ALLAH lebih tinggi dibandingkan cintanya kepada putra yang disayanginya, maka ALLAH pun lebih cinta lagi kepada Nabi Ibrahim AS, dan digantilah Ismail oleh ALLAH dengan seekor Qibas, sebagai bentuk terjalinnya kasih mesra dari ALLAH Yang Maha Besar kepada Nabi Ibrahim AS.

